October 5, 2012

The Key

Nee, Kuro-kun,


Itu kunci loker perpustakaan, sebenarnya. Warnanya hitam, dengan tulisan hitam di atas kotak putih, dan ada gelang karet hitam agar tidak hilang. Serba hitam, serasi denganmu dan kontras denganku, bukan? Teman-temanku saat sedang berfoto bersama di perpustakaan bertanya-tanya mengapa aku terus mengikutsertakannya dalam nyaris foto dan akhirnya membantuku membuat foto ini--tentu saja sambil menceritakan dirimu.


Aku ingin berkata bahwa itu singkatan dari motto-ku, dream out loud, namun akhirnya malah jadi membicarakanmu. Ya, aku masih terbang ke langit setiap kali mendengar namamu--jangan heran mengapa aku mengusulkan tema 'perapian yang menyala-nyala' untuk tugas miniatur CS. Aku ingin mengenangmu sampai akhirnya aku benar-benar bisa berpindah hati. Untuk sekarang ini, aku masih menyukai gambar ini.

412. Itu (sebagian dari) inisial namamu. Itu juga inisial nama kita. Namun aku tidak pernah bisa memiliki kunci ini, ini hanya sewaan belaka. Namun aku akan berusaha menempati loker itu setiap kali pergi ke perpustakaan.

Dan mengingat itu hanyalah sewaan, aku sadar bahwa aku takkan pernah bisa memilikimu--aku hanya bisa meminjammu saja, karena kau sudah ada yang punya. Aku hanya orang ketiga bersifat transparan, atau mungkin keempat, atau mungkin jajaran paling terakhir dari para putri Hawa yang memendam perasaan khusus untukmu, karena aku takkan pernah pantas untuk mencintaimu seutuhnya. Tidak, aku bukanlah milikmu, kau bukanlah milikku juga.

Aku hanya menyewa kau untuk kucintai sementara waktu, untuk menyenangkan hatiku belaka. Namun sadarlah, aku mencintaimu karena aku ingin mencintaimu. Tidak lebih.

Dream out Loud! =)

No comments:

Post a Comment

Review yang membangun akan selalu dibaca dengan senyum lebar di raut wajah penulis :)