October 24, 2012

Koi Wa Burakku

Nee, Aka-chan (atau yang harus kuubah sebentar lagi),

Rasanya, aku mulai jatuh cinta padamu. Benar tebakanku, suatu hari nanti perasaanku akan berkembang untukmu. Namun tak kusangka, tiga hari yang menggila ini membuatku sadar bahwa kaulah yang sekarang selalu membayangi pikiranku.

Aku begitu bahagia untuk berada dalam bus yang sama denganmu--walau kenyataannya tidak ada yang terjadi saat kita berangkat menuju Ciawi. Aku begitu kesal untuk tidak bisa bergabung dengan kelompok yang sama denganmu--mungkin aku salah berdoa, karena tepatnya kau ada di kelompok dengan tema yang sama sekali tidak kuinginkan untuk talent show.

Namun tiga hari ini, aku sedikit lebih mengenalmu. Dari pengamatanku, aku sadar kalau kau menyukai warna hitam. Jaket hitam yang kau pakai di atas kaus hitammu membuatmu terlihat begitu keren di mataku, begitu juga dengan celana hitam dan jam tangan hitam--sayang tasmu berwarna abu-abu. Demi apapun astaga aku berani bersumpah kau begitu memukau dalam balutan hitam, yang kontras dengan warna kulitmu.

Aku ingat saat aku begitu kesal untuk tidak berbicara denganmu walau hanya sekali saja, sampai akhirnya aku memanggilmu dengan sebutan lain yang kusamarkan untukmu. Kau tak mengerti, walau aku tak lagi menjadi rusa di depan lampu sorot mobil, aku masih begitu gembira untuk sadar saat kau memanggilku sambil memintaku untuk memanggilmu dengan benar. Apalagi dalam talent show, astaga kau membuatku begitu bahagia untuk mendengar suaramu saat menyanyi, melihat kekonyolanmu saat menarikan tarian aneh bin sinting itu, dan tawamu yang cukup keras itu. Untuk melihatmu tersenyum yang lucu itu, aku begitu bahagia. Ya, aku akan berusaha untuk memanggilmu dengan benar.

Aku senang untuk berfoto agak dekat denganmu saat foto sekolah. Aku tak mau peduli. Aku ingin berada lebih dekat denganmu lagi. Tidak apa-apa, kan? Aku ingin meneriakkan namamu terus-menerus dan mengatakan kalau aku mencintaimu. Bolehkah? (walau aku sadar, kau menyukai temanku, membuatku semakin iri saja dengan kecantikannya)

Cinta, bagiku, bukanlah berwarna merah, namun berwarna hitam. Menenangkan. Memukau. Mempesona. Menarik perhatian. Kau adalah hitamku yang baru. Aku mencintaimu.

Dream out Loud! =)

No comments:

Post a Comment

Review yang membangun akan selalu dibaca dengan senyum lebar di raut wajah penulis :)