Nee, sensible girl,
Aku setengah berharap kau tidak menyadari bahwa kaulah yang aku bicarakan di sini. Aku tahu, kita adalah teman sekelas, dan mungkin apa yang kukatakan adalah (sesuatu yang kuharapkan sebagai) sebuah kesalahan yang diperbuat oleh telingaku yang sensitif kalau sudah berurusan dengan Kuro-chan.
Ya, berdasarkan apa yang kudengar, aku baru saja mengerti bahwa retreat kali ini membuatku jatuh cinta dan patah hati dalam waktu bersamaan. Di saat absensi, aku mendengar kalau Kuro-chan menyukaimu--sampai menyerempet soal istri idaman.
Dan mendadak aku ingat kalau kalian berasal dari sekolah yang sama--aku tidak yakin kalau kalian satu kelas juga. Saat kita berjalan bersama dari kelas Kimia, dia menyapamu terlebih dahulu. Di Twitter, jarang sekali ada akun milik seorang wanita yang ia ikuti, kecuali--berdasarkan apa yang aku ingat--kakaknya dan kau. Dan semua gaya bicaranya saat ia menyatakan perasaannya padamu, rasanya aku ingin menangis sembari meringkuk di balik selimut.
Mengapa kau harus begitu menarik?
Aku kadang iri padamu--oh ayolah, aku iri pada semua orang, mungkin--mengenai begitu banyak hal. Aku iri pada kecantikanmu. Pada pacarmu yang begitu pintar dan sangat dewasa. Pada kepintaran dan kemampuanmu untuk menari dan bermain gitar. Pada sikapmu yang cocok untuk menjadi kekanak-kanakan dan dewasa dalam waktu yang sama.
Pada apapun yang melekat di dirimu sampai Kuro-chan jatuh cinta padamu.
Karena aku sadar, aku bukan apa-apa jika dibandingkan denganmu. Aku tidak berharga di matanya jika ada kau. Dia pasti menyukaimu sejak lama, walau aku tak yakin kapan. Dalam waktu sepersekian detik, aku tahu kalau harapanku agar dia menyukaiku adalah sia-sia belaka--oh ayolah, ia pasti terlalu buta olehmu untuk menyadari modusku terhadapnya!
Terkadang, aku berharap aku bisa menjadi dirimu. Aku tahu itu salah, namun selama aku tidak menggilai harapan itu, sepertinya sedikit iri padamu tidak akan menjadi masalah besar.
--ups. Mungkinkah?
Dream out Loud! =)
No comments:
Post a Comment
Review yang membangun akan selalu dibaca dengan senyum lebar di raut wajah penulis :)