October 21, 2012

Deer in the Headlights

Nee, Aka-chan,

Aku mengakuinya sekarang, aku mulai menyukaimu, memimpikanmu, dan berdoa agar kita bisa bergabung dalam kelompok yang sama saat retreat di esok hari. Atau pasangan dalam ujian speaking Bahasa Inggris. Atau apapun yang akan menjadi sangat membekas di hatiku--karena saat kita sekelompok, aku bahkan tidak menyadari apa-apa, hanya kalau kita menang.

Aku kadang bermimpi kau menggantikan Garry di kelasku. Atau aku (dengan ekstrimnya) bermimpi kita pergi jalan-jalan berdua, bermain DJ Max berdua, lalu saat kita ada di luar di malam hari, kau memelukku dari belakang dan aku seperti rusa terkena lampu depan mobil--seakan aku dan seluruh dunia berhenti seketika.

Ya, aku adalah rusa yang melihat lampu depan mobil. Aku berhenti dan nyaris tidak bisa memikirkan apapun saat kau memanggilku dengan panggilanmu yang aneh namun sangat kusukai, yang pertama kali kau lontarkan saat kau bahkan melupakan namaku. Setiap kali aku mendengar sepotong suaramu yang ditujukan untukku secara mendadak, aku terdiam membeku di tempat sebelum aku bisa membalas dengan ledekan yang kubuat sendiri--dan sayangnya itu bukanlah apa yang biasa kugunakan untuk merujuk kepadamu dalam blog ini.

Aku ingin menyatakan perasaanku, namun bukan sekarang. Saat ini aku masih memiliki sedikit pengharapan agar kau bisa membalas perasaanku, tidak seperti yang dulu yang aku yakini takkan pernah bisa membalas perasaanku.

Jadi, apa salah kalau aku begitu gembira untuk menemukanmu di situs jejaring sosial namun tidak membuat koneksi apapun denganmu, hanya menunggumu untuk melakukannya lebih dahulu--itupun kalau kau ingat padaku?

Dream out Loud! =)

(--dan oh iya, Tuhan, apa aku meminta hal yang salah untuk membiarkan aku dan Aka-chan berada dalam kelompok yang sama saat retreat nanti, bukan hanya sekedar dalam bus yang sama?)

No comments:

Post a Comment

Review yang membangun akan selalu dibaca dengan senyum lebar di raut wajah penulis :)