Namanya Bill Ivan apalah aku tidak mau tahu satu kata lagi di belakangnya. Tinggi 188 cm, ukuran sepatu 46/47, mencintai basket dan gitar, murid UPH College kelas 10 IPA Honors. Salah satu penerima beasiswa akademik yang tinggal di Jakarta dan sangat humoris. Setiap kali ada yang kebingungan ingin mengatakan apa untuk perkenalan, dia akan selalu menyeletukkan kata 'nama orangtua' yang selalu mendapatkan cibiran dan hampir mendapat jitakan dari yang lain. Karena tidak memiliki pilihan di dalam kelas yang hanya terisi 10 orang, dia menjadi seksi kerohanian.
Itu yang aku dapat selama 3 hari sekelas dengannya. Setelah itu dia terpaksa pindah sekolah karena urusan keluarga tanpa perpisahan yang layak dengan kami semua. Membuat kami kaget saja.
Nama mereka Odelia Catalina dan Natasha Rusli. Dari kelas Basic, namun akhirnya pindah ke kelas Honors dan menambah jumlah kami. Posisi para laki-laki semakin terancam. Seperti siswa 10 Honors lain, mereka semakin cepat akrab dengan teman-teman baru mereka. Kadang aku bertanya-tanya, apa yang akan terjadi kalau Bill masih ada bersama-sama dengan kami.
Andai dia tahu kalau sekarang Nico membalaskan dendamnya kepada aku yang masih cadel, beda dengannya yang akhirnya bisa sembuh. Andai dia tahu kalau Ms. Amalia memberi kami 'Ho' untuk horror, bukannya honors, dan rencananya akan menjadi nama email kelas kami. Andai ada alasan jelas mengapa salah satu pemecah keheningan di kelas saat kami pertama kali bertemu akhirnya harus meninggalkan kami terlebih dahulu--padahal sudah ada semacam janji untuk masuk bersama dan keluar bersama.
Namun itu hanya sebuah pengandaian. Kurang satu murid, tambah dua murid. Ini hanyalah statistik yang tidak berharga--benarkah?
Dream out Loud! =)
No comments:
Post a Comment
Review yang membangun akan selalu dibaca dengan senyum lebar di raut wajah penulis :)