Oke, aku sudah tahu dengan jelas bahwa ini salah. Semua yang kuniatkan adalah sebuah kesalahan.
Tapi bagaimanapun juga, semua ini sudah berawal sejak sekitar akhir tahun 2011. Saat itu di Fanfiction.Net, fandom Screenplay dipenuhi oleh fanfic-fanfic K-Pop yang menggunakan tokoh-tokoh dari boyband dan girlband Korea yang notabene masih hidup. Bersamaan dengan berlangsungnya Indonesian Fanfiction Awaed 2011, aku baru menyadari isi guidelines FFN dan mengerti kalau fanfic-fanfic yang menggunakan tokoh yang belum mati lebih dari 50 tahun dilarang--berbeda dengan AO3 yang memperbolehkannya. Namun mereka tidak mengerti dan tidak bertobat, menyalahgunakan fandom Screenplay ini sampai sekarang--walau ada beberapa yang bertobat. Begitu juga dengan temanku. Aku jadi kesal dengan mereka.
Hal lain yang kuingat adalah saat hashtag #SaveMiku menjadi terkenal. Karena Miku memenangkan polling untuk menjadi penyanyi pembuka Olimpiade London (kalau tidak salah, aku masih tidak mengerti), mengalahkan penyanyi-penyanyi lain, ada K-poppers yang menghapus video-video Vocaloid dari Youtube. Kejam! Kalau mereka membenci Miku karena suaranya yang kepalang tinggi bin cempreng, itu masih bisa diterima. Tapi kalau hanya karena alasan sepele seperti ini ... kalian semua pengecut! Memang akhirnya video-video Vocaloid kembali, tapi tetap saja kejadian ini membekas di hati.
Yang ketiga, yang baru-baru ini sedang (dan masih) terjadi. Ada pihak yang menerbitkan fanfic-fanfic menjadi buku. Yang pertama kali kudengar adalah salah satu fanfic Naruto yang bahkan sampul bukunya saja menggunakan sebuah fanart tanpa izin. Tidak ada yang salah dalam menulis fanfic, tentu saja, selama kita menulis dengan mengikuti peraturan yang ada, salah satunya tidak untuk mencari keuntungan. Lah, ini malah sampai diterbitkan! Apa-apaan ini?!
Tapi yang membuatku lebih geram adalah karena akhirnya ada lagi fanfic yang benar-benar diterbitkan ... dan dari fandom semacam Screenplay! Setahuku, ada yang menggunakan tokoh Suju, dan ada juga yang menggunakan Shinee. Astaga, apa penerbitnya sama sekali tidak mengerti isi hukum perlindungan hak cipta? Apalagi ini menggunakan orang yang masih hidup, bagaimana izinnya? Ini salah. Ini jelas-jelas salah! Ini kasus yang lebih parah dari insiden Screenplay!
Sampai sekarang, walau aku sempat menulis fanfic untuk fandom K-pop (Playful Kiss), aku masih teringat hal-hal ini dan kadang jadi membenci para K-poppers. Salah sih, tapi ... ah, sudahlah. Mungkin aku yang harus belajar untuk melupakan.
Dream out Loud! =)
Saya ingin menanyakan satu hal. Nona kata tentang tokoh historical yang sudah mati sejak 50 tahun--bahkan lebih lama lagi. Darimana pendapat itu? Sedang kata beberapa orang, tokoh yang diperkenankan harus mati 100 tahun lalu.
ReplyDeleteJujur, cakupan historical dalam guidelines sedikit membingungkan saya.
Tidak apa-apa. Berdasarkan apa yang saya baca dan terjemahkan berdasarkan kosakata bahasa inggris saya, tokoh historikal yang boleh dimasukkan dalam fanfiksi adalah yang sudah meninggal lebih dari 50 tahun. dan setahu saya, guidelines belum diubah sejak 2008.
DeleteTapi terima kasih sudah berkunjung! :)
Dream out Loud! =)