Aku bahkan tidak peduli dengan kekasih barumu itu.
Aku mungkin terlihat terlalu bodoh untuk baru 'melirikmu' dengan pantas setelah lebih dari 2 tahun sekelas denganmu. Aku mungkin terlihat terlalu bodoh untuk tidak bisa menyembunyikan perasaanku terhadapmu dan melakukan hal-hal aneh lainnya, yang jelas-jelas akan menghancurkan jalinan antara kau dan aku yang sudah terlalu rapuh untuk bertahan menjadi satu benang rami tipis.
Namun aku bahagia dengan itu semua. Aku mencintaimu dengan cara yang mungkin tidak kau mengerti. Aku jatuh cinta padamu mungkin bukan karena faktor fisik--walau harus kuakui matamu benar-benar indah. Aku hanya merasakan debaran jantung yang lebih cepat saat aku memikirkanmu, dan aku menyukainya.
Aku menyukai setiap kembang api yang meledak saat kau ada di sana, memukul bola voli menuju daerah lawan atau hanya sekedar iseng memainkan gitar. Aku menyukai setiap kelegaan saat aku berhasil menemukan sosokmu di sana, sedang tertawa dengan dia yang juga menyukaimu, lebih dari aku.
Aku tahu aku takkan pernah mendapatkanmu, mengerti aku takkan bisa mencintaimu lebih darinya, paham aku tidak seharusnya memimpikanmu untuk bersama denganku. Namun apa salah jika kau menjadi inspirasi dalam setiap kata-kata yang mengalir dalam karyaku, dan mau tidak mau membuatku mengharapkan lebih darimu--walaupun hanya ilusi maya belaka?
Aku belum pernah menangisimu, mungkin karena sejak awal aku sudah berniat melepasmu. Tidak ada yang bisa menentukan kepada siapa kita jatuh cinta, bukan? Aku hanya tahu kau tidak mungkin menyukaiku barang sedikit saja. Karena itulah, saat kudengar dia tenggelam saat kau bersama dengan orang yang kau dambakan, aku tersenyum untuk mendengar itu. Kau sudah menemukan orang yang bisa membuatmu bahagia, dan untuk melihatmu tersenyum dan tertawa, aku bahagia.
Aku ingin menatapmu sekali lagi dari kejauhan, lalu tersenyum senang saat kulihat kau bahagia. Mungkin suatu hari nanti, perasaan ini akan memudar, digantikan oleh orang lain. Namun saat ini, aku masih ingin jatuh terduduk di jalan berdebu, kesakitan setelah terpeleset sampah.
Dan aku masih mencintaimu, Kuro-kun, masih sangat mencintaimu ....
Dream out Loud! =)
No comments:
Post a Comment
Review yang membangun akan selalu dibaca dengan senyum lebar di raut wajah penulis :)